Kamis, 11 November 2010

Mata Kuliah Lady Gaga

Mata Kuliah Lady Gaga - Popularitas penyanyi yang satu ini memang luar biasa. Bayangkan, bahkan Universitas South Carolina pun mengembangkan mata kuliah Lady Gaga. Mata kuliah ini adalah kuliah sosiologi tentang kehidupan, pekerjaan, dan popularitas bintang pop Lady Gaga.

mata kuliah lady gagaMata kuliah tersebut diberi nama Lady Gaga and the Sociology of the Fame dan akan diajarkan oleh Profesor Mathieu Deflem. Deflem memang seorang penggemar Gaga. Profesor kelahiran Belgia tersebut bahkan mengaku, dia sudah menonton konser Gaga 30 kali.

Brosur mata kuliah tersebut menyatakan, para mahasiswa akan mempelajari berbagai isu kepopuleran Lady Gaga dalam pola pikir akademis. Rencananya, mata kuliah tersebut akan dimulai pada musim semi 2011. Begitu seriusnya kampus menggarap kuliah tentang Lady Gaga, mereka bahkan menyiapkan blog khusus tentang kuliah tersebut.

"Kita melihat kesuksesan Lady Gaga sebagai fenomena sosial. Lalu saya pikir, mengapa tidak kita buat kuliah khusus tentang Lady Gaga dan segala hal tentang popularitasnya?" ujar Mathieu seperti disitat dari situs BBC, Kamis (11/11/2010).

Jadi, imbuh Mathieu, kuliah ini bukan tentang persona atau musik Lady Gaga. Tetapi lebih menekankan pada kenyataan bahwa kepopuleran Lady Gaga membuatnya memiliki 10 juta pengikut di Facebook dan enam juta di Twitter. "Itu sebuah fenomena sosial!" tutur Mathieu menegaskan.

Kuliah tersebut bertujuan untuk mengungkap beberapa dimensi sosiologis yang relevan dengan kepopuleran Lady Gaga dengan menghormati musik, video, fashion, dan hal-hal artistik lainnya yang dia hasilkan.

Para mahasiswa juga akan mempelajari strategi bisnis dan pemasaran, peranan media massa, para penggemar dan konser, budaya homoseksual, tema religi dan politik, seksualitas, serta kehidupan kota New York dan Hollywood.

Para peserta kuliah tersebut tidak harus menjadi penggemar Lady Gaga. "Penggemar berat belum tentu menjadi bisa belajar dengan lebih baik. Tapi para pendaftar harus memiliki minat pada topik-topik yang akan dibahas dalam kuliah ini. Jadi, jika kamu tidak benar-benar menyukai Ladi Gaga, kamu sebaiknya tidak mengambil mata kuliah Lady Gaga ini," kata Mathieu.

Selasa, 09 November 2010

Presenter Silet Bugil

Presenter Silet Bugil - Ini bukan gosip loh, tapi beneran ada foto presenter Silet bugil. Saya baru saja lihat di Facebook banyak orang yang saling tag foto bugil itu.

Menurut saya, foto presenter Silet bugil ini diedarkan karena nama Fenny Rose, presenter Silet tersebut, tiba-tiba meroket dan menjadi populer. Acara Silet memang sedang menjadi buah bibir pembicaraan baik di dunia maya maupun dunia nyata karena dihentikan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Sebelum presenter Silet bugil, dia tampil dalam tayangan terakhir acara tersebut pada hari Minggu yang lalu. Waktu itu dia mengatakan bahwa Yogyakarta adalah kota bencana. Presenter Silet itu kemudian meramalkan bahwa seluruh penduduk kota Yogyakarta akan mati pada keesokan harinya.

Karena itulah banyak orang yang marah dan menyebarkan foto presenter Silet bugil di Facebook. Foto ini dengan cepat beredar di kalangan pecinta foto bugil.

SBY Singgung Obama

SBY Singgung Obama - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam perbincangan empat mata dengan Presiden AS Barack H Obama menyinggung tentang sikap politik Indonesia dalam konflik Israel-Palestina. Presiden SBY singgung Obama mengenai keinginan RI agar Palestina merdeka.

“Kami juga mendiskusikan situasi di Timur Tengah tentang Israel dan Palestina. Posisi Indonesia sangat jelas tentang perlunya kemerdekaan Palestina dan penyelesian konflik secara permanen,” ujar SBY dalam jumpa pers bersama Obama di Istana, Jakarta, Selasa (9/11/2010).

Konflik antara Israel dan Paletina telah berlangsung puluhan tahun dan hingga kini kedua belah pihak masih terus berseteru. Langkah-langkah diplomasi yang diambil para pemimpin kedua negara belum membuahkan hasil.

Sejumlah pihak menuding AS menerapkan standar ganda dalam persoalan ini. Di satu sisi AS mengecam tindakan represif Israel kepada rakyat Palestina dan mendukung upaya perdamaian, namun di sisi lain Israel merupakan salah satu sekutu utama AS di Timur Tengah.

Perseteruan antara Israel dan Palestina sempat melibatkan sejumlah warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Freedom Flotilla. Para relawan asal Indonesia itu sempat ditawan dan akhirnya dideportasi. Beberapa di antaranya menderita luka tembak saat kapal pembawa bantuan diserang oleh militer Israel.